BEST PLANTER INDONESIA (BPI) tahun 2023, kembali dipercaya oleh BPDPKS & Ditjenbun untuk melatih pekebun sawit dari OKI dan Muba Sumatera Selatan. Adapun jumlah peserta yang dilatih sebanyak 120 pekebun yang terdiri dari 90 orang pekebun berasal dari kabupaten OKI. Sisanya 30 orang dari Kabupaten Muba.

Pelatihan dibuka Kepala Dinas Provinsi Sumatera Selatan Ir. Agus Darwa, M.Si dan dihadiri tamu undangan antara lain Kadisbun Muba Akhmad Toyibir, S.STP, MM, perwakilan Kadisbun OKI Zulkarnain, SP, M.Si, dan perwakilan Sampoerna Agro, Erwita Dirgantari, SP., secara daring Hadir juga Direktur Perlindungan Perkebunan Ir. Hendratmojo Bagus Hudono, M.Sc.

Dalam sambutannya Bagus Hudono., memberikan kabar baik bahwa total rekomtek pelatihan SDM tahun 2023 untuk Sumatera Selatan adalah 2.370 peserta yang diharapkan bisa terlaksana seluruhnya pada tahun ini.

Sementara Agus Darwa berharap agar pelatihan–pelatihan pekebun ini dapat menaikkan produktivitas CPO per-ha dari 3,4 ton ke 6,5 ton. Akhmad Toyibir dalam sambutannya berharap agar kuantitas atau jumlah peserta dan kualitas pelatihan dari provider terus menjadi perhatian untuk ditingkatkan.

Direktur Best Planter Indonesia Heri DB berpesan bahwa Kebun Sawit adalah ATM pekebun untuk jangka waktu yang sangat panjang dengan usia produktif minimal 25 tahun dan akan terus dapat dilakukan tanam ulang yang menjadi warisan produktif untuk generasi berikutnya. Oleh karena itu konsep PEMBANGUNAN KEBUN BERKELANJUTAN perlu dipahami dan dijalankan dengan sebaik-baiknya oleh pekebun sawit, agar tidak menyesal di kemudian hari.

Dari aspek manajemen perkebunan ada 3 (tiga) factor penting harus diperhatikan dalam  membangun kebun berkelanjutan. Agar mudah diingat 3 faktor tersebut disingkat dengan TTM. Yakni Tanaman, Tanah, dan Manusia. Tanaman yang harus diperhatikan adalah Populasi, Pupuk, Panen (P3). Populasi harus cukup minimal 136 pokok per ha, Pupuk harus diberikan tepat dosis, waktu dan aplikasi.

Sedangkan Panen harus dijalankan tuntas sesuai kriteria matang panen. Ancaman terbesar berkurangnya populasi adalah serangan Ganoderma, oleh karena itu tanaman TM harus dipastikan terkendali dari serangan Ganoderma.

Tanah saat ini harus sudah menjadi perhatian serius dari pekebun karena kualitas tanah generasi berikutnya akan semakin menurun apabila tidak ada upaya memperbaikinya. Khususnya kandungan bahan organic tanah. Oleh karena itu pekebun harus mulai memikirkan bagaimana supaya populasi cacing tanah meningkat dengan cara menambahkan bahan organic ke dalam tanah, karena kotoran cacing tanah adalah nutrisi organic terbaik dalam ekosistem tanah yang sangat bermanfaat untuk kesuburan tanah dan tanaman.

Manusia adalah sumber daya utama yang menggerakkan seluruh sumber daya lainnya, oleh karena itu BPDPKS dan Ditjenbun bersama BPI berupaya terus meningkatkan kapabilitas dan kapasitas pekebun sawit melalui program pelatihan. Sesuai dengan tema-tema yang dibutuhkan. BPI  menurunkan tim pelatih yang berlatarbelakang praktisi dengan harapan dapat menjawab semua persoalan yang dihadapi pekebun, oleh karena itu agar dimanfaatkan semaksimal mungkin dengan banyak bertanya.

Selanjutnya,  selamat mengikuti pelatihan semoga manfaat yang didapat bisa diamalkan dan disebarluaskan, demikian Heri DB menutup sambutannya. (iol)

Bagikan Artikel Menarik Ini, Pilih Platform Anda!

BPI MENGAJAK PEKEBUN SAWIT MENINGKATKAN POPULASI CACING TANAH | PELATIHAN PEKEBUN SAWIT KERJASAMA BPDPKS – DITJENBUN – BPI