Oleh : Friyandito, SP. MM (Praktisi Diklat Sawit)

Perkebunan sawit identik dengan padat karya yang membutuhkan banyak sumber daya manusia (SDM), tentu saja SDM yang tangguh.

Untuk luasan 6.000 Ha, dibutuhkan :

  • 1 orang Estate Manager,
  • 2 orang Ka Kebun (Askep),
  • 6 orang Ka. Afdeling (Asisten),
  • 12 orang Mandor Rawat
  • 18 orang Mandor Panen
  • 18 orang Krani Buah
  • 6 orang Krani Afdeling
  • 600 orang Pekerja Rawat
  • 400 orang Pekerja Panen

Total karyawan operasional adalah 1.063 orang, itu belum termasuk karyawan supporting seperti Bengkel, Teknik, Kantor Besar dan lainnya.

Sangatlah wajar, pengelolaan SDM menjadi salah satu fokus perhatian dari manajemen.

Dilihat dari sudut hilirnya, output pengelolaan karyawan adalah produktivitas kerja dan pengabdian pada perusahaan (dapat dilihat dari kondisi perpindahan karyawan / turn over). Makin baik pengelolaan karyawan, maka produktivitas kerjanya meningkat dan turn over karyawan sangat rendah. Jika hal ini belum tercapai oleh manajamen, berarti indikator pengelolaan karyawannya belum optimal.

 

Lalu apa yang dapat dilakukan oleh manajemen ?

Tarik mundur ke tahap sebelumnya yaitu “proses”. Indikator keberhasilan dalam tahapan “proses” adalah “Pengkaderan Karyawan”. Pengkaderan karyawan tidak harus naik jabatan (misal dari mandor ke Asisten atau Asisten ke Askep), tapi bisa pengkaderan dalam kompetensi profesi, dan ini berlaku bagi masing – masing orang. Dari 6 orang Asisten, Si A dan si B dikader untuk pakar perawatan di LC dan TBM, si C dan si D dikader untuk pakar panen, si E dan si F dikader untuk perawatan di TM dan Infrastruktur. Dengan pola ini, manajemen telah memiliki peta kompetensi setiap orang minimal di level staff.

Pola pembinaan karyawan secara generalisasi akan menghasilkan karyawan yang memiliki pengetahuan yang luas, tapi dangkal secara kompetensi. Kemampuan pengelolaan orang, kepemimpinan dan komunikasi lebih diutamakan dibandingkan teknis keilmuan. Biasanya cocok untuk level Manager keatas.

Sebaliknya, pola pembinaan karyawan secara spesifik akan menghasilkan karyawan yang kompeten secara teknis operasional pekerjaannya, tapi pengetahuannya terbatas pada bidang pekerjaannya saja. Hal ini dapat diakali dengan adanya Pendidikan pra-jabatan. Biasanya cocok untuk level Ka. Kebun kebawah

Tahapan proses adalah tahapan terberat dalam menciptakan SDM Tangguh di kebun sawit. Sebenarnya tahapan “proses” ini dapat dipermudah dengan menarik lebih awal ke tahapan “input”.

 

Siapa yang menjadi calon karyawan perusahaan?

Setiap perusahaan tentu memiliki standar penerimaan karyawan, untuk setiap level jabatan. Dan penerimaan karyawan harus melewati tahap demi tahap yang diyakini merupakan cara terbaik dalam memilih karyawan. Indikator keberhasilan tahapan “input” adalah keyakinan manajemen perusahaan  pada Institusi atau Lembaga Pendidikan yang menyiapkan calon lulusan.

Kondisi saat ini, perusahaan bela – belain memberikan beasiswa kepada calon lulusan dari Institusi atau Lembaga Pendidikan, baik beasiswa mahasiswa tingkat 4, tingkat 3 atau bahkan full beasiswa selama pendidikan kuliah. Kampus – kampus dengan program studi perkebunan, khususnya sawit menjadi primadona bagi perusahaan – perusahaan sawit.

Tentunya program beasiswa ini menjadi opportunity cost yang cukup besar untuk mendapatkan karyawan baru yang tangguh.

 

Best Planter Indonesia (BPI)

Best Planter Indonesia adalah Lembaga Diklat Perkebunan khususnya Sawit yang bekerjasama dengan Badan SDM Kementrian Pertanian untuk menyediakan mahasiswa lulusan kampus STPP (Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian) yang saat ini berubah nama menjadi Polbangtan (Politeknik Pengembangan Pertanian) untuk siap kerja di perusahaan sawit. Perekrutan mahasiswa STPP/Polbangtan ini free charge bagi perusahaan, sehingga lebih hemat biaya rekrutment dibandingkan program beasiswa.

 

Bagaimana kualitas institusi atau Lembaga Pendidikan STPP/Polbangtan ?

Bisa diakses infonya di link ini : Potret Keseharian Mahasiswa STPP Bogor

Jika perusahaan melakukan recruitment mahasiswa STPP/Polbangtan, ada nilai plus yang didapat perusahaan, yaitu peserta lolos seleksi mendapatkan Pelatihan Dasar Planter selama 18 hari free charge bagi perusahaan, semua biaya pelatihan ditanggung badan SDM Kementan. Pelatihan yang diberikan meliputi :

  • Pelatihan Karakter 10 hari di Dodik Belanegara, Rindam IV Diponegoro.
  • Pelatihan Sikap Mental 1 hari di BPI
  • Pelatihan Kompetensi Dasar Planter 7 hari di BPI.

Gambaran penyelenggaraan pelatihan dasar planter dapat diakses di link ini.

Dengan ikut serta dalam program kerjasama rekrutment karyawan dari kampus STPP/Polbangtan ini, manajemen perusahaan mendapatkan double keuntungan, yaitu free charge program beasiswa, free charge program pelatihan.

Kenapa bisa banyak kemudahan dan fasilitas bagi perusahaan ?

Karena program kerjasama ini adalah terobosan dari Badan SDM Kementrian Pertanian dalam memajukan Industri Kelapa Sawit di Indonesia.

 

Tunggu apa lagi.

Segera hubungi Lembaga Diklat Best Planter Indonesia

Telp/ WA : 0811 810 699 (Heri DB) atau 0812 1997 193 (Friyandito), email : bpi@bestplanterindonesia.com