PENTINGNYA PARTNER AKUNTABILITAS DAN BENCHMARK DALAM BERAKTIVITAS

Oleh: Friyandito

Salam Pembelajar Sejati …

Berani memulai, jalankan secara amanah, dan nikmati hasilnya.

 

Dalam beraktivitas, kita perlu partner akuntabilitas dan benchmark. Kenapa?
Berikut gambaran sederhananya.

Situasi : ingin menulis 1 artikel setiap hari.

Keinginan : Saya mulai hari ini akan menulis 1 artikel setiap hari.

Tujuan : Menjadi seorang blogger terkenal dan penulis buku go internasional seperti penulis buku Harry Potter – JK Rowling (boleh dong punya cita cita…. 😎).

Kejadian :

Hari ke-1 : semangat menulis 1 artikel. Niatnya 1000 artikel bisa jadi 1 buku 😜

Hari ke-2 : tetap semangat menulis 1 artikel.

Hari ke-3 : masih tetap semangat meulis 1 artikel.

Hari ke-4 : mulai berpikir mau menulis artikel apa lagi (kehabisan ide 😁), akhirnya tetap bisa menyelesaikan 1 artikel

Hari ke-5 s/d hari ke-7 : kejadiannya sama dengan hari ke-4.

Seminggu setelah rutin menulis artikel, muncul perasaan lelah. Muncul pemikiran penghambat, apa lagi yang harus ditulis ya?

Pada kondisi 1 ini, pilihannya adalah “go or stop”.

Lolos kondisi 1, pilihannya adalah “Go”

Lanjut hari ke-8 : dapat inspirasi baru, lancar menulis artikelnya.

Hari ke-9 s/d 13 : masih lancar dan makin keujung biasanya makin berat untuk menyelesaikan artikelnya.

Hari ke-14 : Kejadian hari ke-7 terulang lagi.

Kondisi ke-2, muncul pikiran penghambat dengan beban meningkat, yaitu “benarkah cara menulis 1 artikel ini pilihan terbaik? Dari mana saya tahu klo artikel yang ditulis ini bisa diterima publik?

Pada kondisi 2 ini, pilihannya adalah “go or stop”.

Dari gambaran diatas, kondisi 1 menunjukkan kita butuh partner akuntabilitas, yaitu orang yang selalu berada disamping kita untuk menyemangati, memberikan masukan dan saran (bukan kritik lo ya… kritik itu mematikan inspirasi 😂 ) serta membantu kita melihat dari sudut pandang yang lain.

Partner akuntabilitas bukan berarti orang yang lebih pintar atau lebih berpengalaman dari diri kita tentang apa yang sedang kita kerjakan. Sebaiknya mereka adalah orang yang bisa melihat potensi dalam diri kita dan mampu mengeluarkan kemampuan dalam diri kita. Dalam istilah pembelajaran disebut coach. Seorang coach  bisa saja istri / suami, rekan kerja, teman sepermainan atau siapapun. Intinya adalah orang dekat kita yang mengenal diri kita.

Bisakah partner akuntabilitas dari orang lain kalangan profesional?

Tentusaja bisa, dengan syarat mereka sudah menguasai ilmu coaching.

Kita lanjut ke kondisi ke-2, ketika mempertanyakan alur kerja yang dibuat apakah sudah cocok.

Pada kondisi ini, kita butuh benchmark (pembanding / idola / pengagum). Kok bisa?

Mereka yang kita jadikan benchmark, terlebih dahulu telah mengalami kejadian yang kita alami saat ini, dan mereka sukses melewatinya dengan cemerlang.

Pertanyaannya, klo kita usaha sendiri ga perlu benchmark bisa ga?

Jawabnya bisa, butuh energi ekstra, pengorbanan ekstra dan usaha ekstra. Sayangnya, tidak setiap orang sanggup memilih jalan ini dan berhasil. Cara mudahnya adalah dengan prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi), yaitu dengan benchmark.

Ketika penulis merasakan hal yang sama dengan kondisi ke-2, penulis menemukan benchmarkyang cocok dengan tujuan penulis. “Dia” saat ini telah menulis 706 artikel, jika dibagi 30 hari (1 day 1 artikel) = 24 bulan atau 1 tahun. Jika penulis mau “melewati” dia – (bukan mengikuti lo ya… jauh beda mengikuti dengan melewati. Pilihan melewati, maka jalan yang ditempuhnya TIDAK SAMA. Kalau mengikuti jalan yang ditempuh PASTI sama) – maka penulis harus konsisten bikin artikel MINIMAL 1 artikel per hari selama 2 tahun 👀. Kenapa minimal, siapa tahu “Dia” yang dijadikan benchmark aktif lagi menulis artikelnya 😁

Terasa ya muncul semangat yang membara ketika sudah menetapkan benchmark yang ingin dilewati.

 

Demikian artikel kali ini.

Di artikel selanjutnya, kita akan lanjutkan pembahasannya Pentingnya Catatan dan Traceability dalam Beraktivitas.

 

Salam Perubahan, Salam Pembelajar Sejati….

Artikel – artikel menarik dari BPI bisa diakses di www.bestplanterindonesia.com