image_pdfDownload PDFimage_printPrint

PROSES PELAPUKAN BAHAN ORGANIK DI TANAH

Oleh: Friyandito

Semangat pagi…

Salam Planter Indonesia Hebaaat

 

Kita semua tentunya sudah paham bahwa keberadaan bahan organik di tanah sangat penting untuk menunjang pertumbuhan tanaman, yaitu sebagai pemasok unsur hara esensial tanaman (makro dan mikro), dan yang terpenting adalah kemampuan memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah, serta biologi tanah dengan menunjang kehidupan bagi mikroba tanah. Sepertinya biologi tanah inilah yang sering terlupakan.

Pelapukan bahan organik atau sering disebut juga perombakan atau dekomposisi bahan organik terjadi beberapa tahap:

Jenis SenyawaWaktu PerombakAgen Perombak
Gula, pati, dan proteinSegeraJamur dan bakteri
Selulola dan ligninBeberapa tahunMikroba tanah, diperlukan enzim khusus
Lilin dan fenol10 tahun

Hasil akhir dari perombakan bahan organik ini adalah humus, dimana keberadaan humus inilah yang sangat penting untuk perbaikan sifat fisik dan kimia tanah.

Produk utama hasil dekomposisi bahan organic didalam tanah adalah

  • Karbondioksida (CO2)
  • Panas atau energi
  • Air (H2O)
  • Unsur hara terutama N, P, K, Ca, Mg, S dan unsur mikro.
  • Humus

 Perombakan bahan organic hanya terjadi pada lingkungan yang sesuai, syaratnya:

  1. C/N ratio

C/N ratio berpengaruh terhadap kecepatan dekomposisi bahan organic. Makin besar C/N ratio maka makin lambat proses dekomposisinya. Sebaliknya, makin kecil C/N ratio pertanda proses dekomposisinya hampir selesai. C/N ratio bahan organic matang berada dikisaran 10 – 12.

95% biomassa tanaman dibentuk oleh 3 unsur hara saja, yaitu Carbon (C), Oksigen (O) dan Hidrogen (H). Nitrogen berada dalam jumlah sedikit didalam biomassa tanaman. Oleh sebab itu tanaman baru mati mengalami proses dekomposisi yang lambat.

Jika hanya sedikit N yang terkandung dalam residu tanaman, mikroba tanah akan menggunakan N inorganic didalam tanah untuk mencukupi kebutuhan N-nya, disebut proses immobilisasi N didalam tanah. Beberapa pendapat menyatakan bahwa kemampuan dekomposisi bahan organic oleh mikroba tanah adalah C/N < 30, artinya untuk setiap 20 – 30 atom C yang dikonsumsi oleh mikroba tanah diperlukan 1 atom N.

Jika C/N rasio <30, maka tidak perlu tambahan atom N, sebaliknya jika C/N ratio >30, maka butuh tambahan atom N.

 

  1. Keberadaan mikroba pengurai.

Keberadaan bahan organic menjadi makanan bagi mikroba pengurai. Bahan organic berkurang, maka mikroba pengurai juga berkurang. Ada siklus daur hara tanaman yang perlu diperhatikan.

 Siklus daur hara tanaman:

Laju penambahan bahan organic = laju dekomposisi bahan organic + laju penyerapan hara oleh tanaman + kehilangan hara melalui pelindian dan erosi.

Jika laju penambahan bahan organic ini tidak seimbang, maka makin lama tanah akan semakin berkurang kemampuan suplai haranya (kesuburannya semakin menurun). Dan tentu saja keberadaaan mikroba tanahnya semakin berkurang.

 Mikroba tanah tertentu mampu mendekomposisi bahan organic jenis tertentu. Jika keberadaan bahan organiknya berkurang, maka makanan mikroba tanahnya berkurang juga, sehingga memaksa mikroba tanah tadi beradaptasi mencari makanan baru. Mungkin hal inilah yang menyebabkan berkembangnya jamur Ganoderma yang mencari makanan lignin dari bahan organic.

 

  1. Keberadaan tanaman hidup

Tanaman yang hidup pasti melakukan fotosintesis untuk menghasilkan glukosa yang disebar keseluruh bagian tanaman, termasuk akar. Glukosa yang tidak diserap organ tanaman akan dibuang melalui akar yang disebut eksudat akar. Eksudat akar inilah yang menjadi makanan bagi mikroba tanah. Sehingga tidak heran, diseputaran akar tanaman hidup banyak terdapat kehidupan mikroba tanah.

Didalam tanah, makanan mikroba tanah berasal dari eksudat akar. Dipermukaan tanah, dedaunan yang rontok jatuh ke ke tanah mengalami proses dekomposisi dan menjadi makanan mikroba tanah.

Secara logikanya, mikroba tanah tidak akan menyerang tanaman yang hidup. Hanya pada saat kondisi makanan didalam tanah atau dipermukaan tanah berkurang, maka mikroba ini mencari alternatif makanan termasuk dari tanaman hidup.

Demikian artikel kali ini. Kita akan lanjutkan artikelnya dengan judul Humus untuk perbaikan Sifat Fisik dan Sifat Kimia Tanah.

 

Salam Perubahan, Salam Pembelajar Sejati….

Artikel lainnya bisa diakses di www.bestplanterindonesia.com