image_pdfDownload PDFimage_printPrint

PENTINGNYA MENETAPKAN SELANG WAKTU DALAM SATU AKTIVITAS

Oleh: Friyandito

Salam Pembelajar Sejati …

Berani memulai, jalankan secara amanah, dan nikmati hasilnya.

 

Waktu yang dimiliki setiap manusia adalah sama, yaitu 24 jam sehari semalam.

Dalam selang waktu 24 jam inilah kita akan beraktivitas sesuai pilihan masing masing. Ada yang belajar, ada yang bekerja, menonton TV, main gadget, tidur dan lainnya. Sekali lagi, semua aktivitas ini adalah pilihan. Siapa yang memilih? Jawabannya adalah pikiran kita.

Mengelola pikiran untuk melakukan satu aktivitas kerja dalam rentang waktu tertentu, inilah yang dinamakan fokus.

 Kita tentu sudah sering mendengar bahwa focus mempengaruhi pencapaian atau hasil dari satu aktivitas. Jika orang itu focus, maka hasilnya maksimal. Jika orang ini tidak focus, misalkan mengerjakan 3 aktivitas dalam satu rentang waktu, maka hasilnya maksimal 1/3 dari masing – masing aktivitas. Kenapa ada kata maksimal? Sebab berkemungkinan besar hasil yang diperoleh <1/3.

Kita mengenal fitrah cara kerja otak, bahwa otak secara alami hanya bisa mengerjakan 1 aktivitas pada 1 waktu.

Contohnya : Kita mendengar webinar online via laptop, kemudian mengetik pesan whatsapp via handphone. Apakah saat kita mengetik pesan di HP, kita masih bisa mendengarkan pembicaraan di webinar online dengan jelas? Jawabnya pasti tidak.

Kita selesaikan ketikan pesan di HP, baru kemudian kembali mendengarkan webinar online.

Saat balik mendengarkan webinar online, otak kita bekerja 2x lebih berat, 1) memanggil informasi yang didengar dari webinar online sebelum mengetik pesan di HP. 2) menyambungkan informasi tersebut dengan informasi baru yang didengar.

Peralihan dari satu aktivitas ke aktivitas baru menimbulkan jetlag pada otak, sehingga orang terlihat bingung sesaat.

Kondisi bingung sesaat mengakibatkan setidaknya 3 hal :

  1. Menurunkan kemauan (willpower) karena aktivitas yang terjeda.
  2. Menyusun ulang kondisi emosi atau perasaan terkait aktivitas yang akan dilakukan.
  3. Membutuhkan energi ekstra untuk beralih dari satu kondisi ke kondisi baru.

Semakin banyak aktivitas yang dilakukan pada saat bersamaan, maka akan semakin besar kebingungannya beralih dari dari aktivitas ke aktivitas berikutnya. Para pakar produktivitas kerja menyatakan bahwa pekerjaan multitasking atau melakukan beberapa pekerjaan sekaligus, hasillnya dibawah pekerjaan yang dilakukan dengan focus.

 Jika pekerjaan tidak dilakukan secara multitasking, maka pekerjaannya tidak selesai. Ini pertimbangan klasih yang sering disampaikan.

Ilustrasi sederhana :

Situasi : Ada waktu 2 jam untuk 4 aktivitas, yaitu a) bikin surat ke klien, b) cari bahan untuk presentasi, c) menghubungi calon peserta pelatihan, d) bikin proposal penawaran pelatihan ke klien.

Pelakuan 1 : si A membuka aplikasi Microsoft word untuk bikin surat ke klien, kemudia buka google browser untuk cari bahan presentasi, buka HP untuk cek pesan masuk, dan buka contoh proposal sebelumnya. 4 aktivitas yang dilakukan bersamaan membuat beban otak menjadi berat. Sebentar ketik surat, Hp berbunyi pindah cek HP, selesai cek HP keingat web browser google, setelah itu balik ke surat. Perpindahan aktivitas ini saja sudah bikin Lelah otak, Lelah emosi atau perasaan, dan berefek ke lelah fisik badan.

Pelakuan 2 : si B menetapkan pembagian waktunya :

  • 15 menit pertama cek semua pesan di HP, kemudian HP di silent.
  • 30 menit kedua focus mengerjakan surat untuk klien.
  • 30 menit ketiga browsing bahan untuk presentasi.
  • 45 menit keempat bikin proposal penawatan ke klien.

Setelah 2 jam semua pekerjaan selesai dan si B merasa happy.

Kita tidak sedang membahas cara pengaturan kerja yang setiap orang punya style masing – masing, tapi kita membahas bagaimana memenuhi hak dari otak manusia secara fitrahnya. Dalam ajaran agama disampaikan, “bersungguh – sungguhlah dalam mengerjakan satu urusan. Setelah selesai, bersegerakan pindah mengerjakan urusan yang lain”.

Ada beberapa manfaat dari menetapkan selang waktu dalam satu aktivitas :

  1. Mengetahui kemampuan diri (knowing yourself).

Pemahaman terhadap diri akan mempermudah pengaturan aktivitas. Kapan waktunya focus, kapan waktunya santai atau relaksasi, kapan waktunya istirahat dan lainnya.

  1. Ketika sudah ada selang waktu, maka nikmati proses aktivitasnya, tidak lagi terburu-buru dan asal beres.
  2. Runtutan proses berpikir menimbulkan ide ide baru yang cemerlang, mampu melihat peluang yang lebih baik dan mengantisipasi kelemahan.

Mulai dari sekarang, ayo kita coba menetapkan selang waktu dalam satu aktivitas kita. Dan istilah multitasking sebaiknya diganti dengan multi talenta, artinya memiliki kemampuan untuk mengerjakan banyak hal.

 

Demikian artikel kali ini.

Di artikel selanjutnya, kita akan lanjutkan pembahasannya Pentingnya Partner Akuntabilitas dan Benchmark dalam Beraktivitas.

 

Salam Perubahan, Salam Pembelajar Sejati….

Artikel – artikel menarik dari BPI bisa diakses di www.bestplanterindonesia.com