image_pdfDownload PDFimage_printPrint

ASAL MUASAL HARA DIDALAM TANAH

Oleh: Friyandito

Semangat pagi…

Salam Planter Indonesia Hebaaat

 

Pembahasan mengenai tanah ini menjadi menarik Ketika dikaitkan dengan keberadaan unsur hara didalam tanah, sehingga ada tanah yang dikategorikan tanah subur / tanah kurang subur / tanah tidak subur.

Secara umum, sumber unsur hara didalam tanah ada 2, yaitu mineral dari batuan induk dan bahan organik.

  • Batuan induk tertentu à melapuk menjadi bahan induk tertentu à tanah dengan kandungan mineral tertentu.
  • Bahan organic tertentu à mengalami proses dekomposisi à menghasilkan unsur hara tertentu.

 

SUMBER UNSUR HARA DARI PELAPUKAN BATUAN INDUK – BAHAN INDUK

Umumnya keberadaan gunung berapi menjadi indikator kandungan hara didalam tanah. Daerah Jawa lebih subur dibandingkan Sulawesi dan Sumatera, lebih subur dibandingkan Kalimantan. Makin lama rentang waktu kejadian letusan gunung berapi, maka makin berkurang kandungan hara ditanah tersebut. Kalimantan yang sudah tidak ada gunung api aktif, maka tidak terjadi pembaharuan unsur hara ditanahnya.

Jenis gunung berapi juga berpengaruh terhadap kandungan unsur hara yang dikeluarkan saat terjadinya letusan. Jenis gunung berapi ini maksudnya adalah jenis batuan induk yang menjadi penyusun gunung api, yaitu batuan induk bersifat asam dan batuan induk bersifat basa.

  • Batuan induk yang bersifat masam, menghasilkan tanah yang mempunyai kandungan kalsium, magnesium, kalium, besi, dan mangan yang rendah, tetapi mempunyai cadangan silika yang tinggi.

Ciri keberadaannya : Dilihat dari bentuk puncak gunung api yang lancip (runcing). seperti : gunung Salak di Jawa Barat.

  • Batuan induk bersifat basa, menghasilkan tanah yang mempunya kesuburan tinggi karena kaya akan kation bermanfaat bagi tanamanan seperti kalsium, magnesium, kalium, besi, dan mangan.

Ciri keberadaannya : dilihat dari bentuk puncak gunung api yang cembung (tumpul), seperti gunung gede pangrango di Jawa Barat.

   Gunung Salak

 

Gunung Gede – Pangrango

Kita bisa lihat daerah dilereng gunung gede pangrango yang dominan ditanami sayuran dan tanaman pangan, dibandingkan dengan daerah dilereng gunung salak yang dominan ditanami tanaman pangan dan tanaman tahunan.

Singkatnya, daerah dilereng gunung gede pangrango lebih subur dibandingkan daerah di lereng gunung salak.

Fenomena alam selanjutnya terkait dengan pengendapan akibat pengikisan batuan induk – bahan induk – tanah (sedimentasi).

  • kondisi tanah didaerah hulu vs daerah hilir (= delta, yaitu areal yang terbentuk karena pengendapan material yang dibawa aliran air).

Areal delta sungai cenderung lebih subur dibandingkan areal hulu sungai karena menjadi tempat mengendapnya hara – hara yang dibawa oleh aliran air.

delta

  • Daerah lereng gunung dan daerah lembah.

Daerah lembah yang menjadi tempat penumpukan hara dari pengikisan permukaan daerah lereng cenderung lebih subur.

lereng

 

SUMBER UNSUR HARA DARI DEKOMPOSISI BAHAN ORGANIK

Sumber unsur hara dari batuan induk, baik dari letusan gunung berapi maupun dari proses sedimentasi, sering disebut sumber hara ex situ.

Sedangkan sumber hara in situ adalah dari dekomposisi bahan organik yang tumbuh ditanah tersebut, mulai dari tumbuhan perintis seperti lumut –> rerumputan –> perdu –> pohon.

Areal yang awalnya hanya bisa ditumbuhi lumut, seiring waktu tumbuh rerumputan, selanjutnya tumbuh tanaman perdu (semak belukar), dan kondisi optimal bisa ditumbuhi pohon.

Sesuai dengan rumus pada proses fotosintesis :

CO(gas) + H2O (cair) —– cahaya matahari —> C6H12O(glukosa) + O(gas).

 

Artinya tanaman mampu bertahan hidup asalkan ada karbondioksida dan air.

Glukosa menjadi komponen penyusun tubuh tanaman dalam bentuk protein (CHONS). Nitrogen dan sulfur berbentuk gas bisa didapatkan dari udara.

Menurut Ali Munawar dalam bukunya Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman terbitan IPB Press tahun 2011 :

  • 95% biomassa tanaman dibentuk oleh 3 unsur hara saja, yaitu Carbon (C), Oksigen (O) dan Hidrogen (H) dari proses fotosintesis.

Hal ini ditandai dengan kandungan karbon (tanaman menjadi abu dan berwarna hitam) jika dibakar.

  • Keberadaan unsur hara mineral hanya 5% dalam biomassa tanaman, terdiri dari: unsur hara makro (N, P, K, Ca, Mg, S) sebesar 0,1% – 5%, unsur hara mikro (Fe, Mn, Zn, Cu, Mo, B, Cl) sebesar <0,025%.

Jika hara makro dan hara mikro proporsinya sedikit saja dari tanaman, kemudian dari mana lagi hara yang ada ditanah ini?

Aktivitas mikroba tanah, khususnya diseputaran areal perakaran menjalin hubungan symbiosis mutualisme dengan akar tanaman dan tanah dalam penyediaan hara bagi tanaman.

Glukosa yang dihasilkan dari proses fotosintesis tidak semuanya digunakan tanaman, ada glukosa yang dikeluarkan melalui akar yang disebut eksudat akar.

Glukosa di eksudat akar menjadi makanan bagi mikroba tanah, sehingga daerah seputaran perakaran tanaman (= rhizosfer) menjadi tempat hidup paling ideal bagi mikroba tanah.

Bagaimana mikroba tanah bisa menyumbang hara bagi tanah dan tanaman akan dibahas di artikel terpisah ya 😄

 

Demikian artikel kali ini. Kita akan lanjutkan artikelnya dengan judul Komposisi Penyusun Tanah dan Pengaruhnya Bagi Tanaman.

Salam Perubahan, Salam Pembelajar Sejati….

Sekedar info update.

Best Planter Indonesia memiliki program pelatihan online mengenai “Kejadian Losses Pupuk Setelah Diaplikasi ke Lahan”. Info pelatihannya dapat diakses di link berikut http://bit.ly/KejadianLossesPupuk, untuk form pendaftaran pelatihan http://bit.ly/RegKejadianLossesPupuk.