image_pdfDownload PDFimage_printPrint

4 TIPE KEPRIBADIAN MANUSIA

Oleh: Friyandito

Semangat pagi…

Salam Planter Indonesia Hebaaat

 

Dalam artikel sebelumnya disampaikan bahwa kepribadian seseorang bisa bermacam -macam tergantung lingkungan, situasi yang sedang dihadapinya, dan objek yang memberikan aksi. Dengan pertimbangan ini maka kepribadian seseorang tidak berlaku one for all (satu kepribadian untuk semua kondisi).

Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana cara menentukan kepribadian seseorang?

Banyak penelitian yang dilakukan oleh para ahli, dimana penulis tertarik dengan metode pemetaan kepribadian yang disampaikan oleh Florence Littauer dalam bukunya Personality Plus, How to Understand Others by Understanding Yourself. Bukunya dilengkapi dengan tes kepribadian juga 😁

 Resume dari buku ini dapat ditarik manfaat dari kita mengetahui kepribadian diri kita dan kepribadian orang lain.

  1. Paham kecenderungan seseorang dalam bersikap.
  2. Tahu kekuatan dan kelemahan dari kepribadiannya.
  3. Sebagai potensi pengembangan diri untuk sisi kekuatan, dan sebagai instropeksi diri untuk sisi kelemahan dari kepribadian.
  4. Bisa menempatkan diri secara pas terhadap lawan interaksi (baik dengan kepribadian sama maupun dengan kepribadian berbeda).
  5. Bisa menyusun tim yang solid dalam bekerja.

Biasanya, seseorang akan memaksakan kepribadiannya diterima oleh orang lain. Tapi Dia lupa untuk menghargai kepribadian orang lain. Oleh sebab itu, kita harus seimbang dalam memposisikan diri kita dan memposisikan orang lain, yaitu dengan berfokus pada kekuatan masing – masing, BUKAN mengekploitasi kelemahan seseorang.

Menurut Florence Littauer, ada 4 tipe kepribadian manusia, yaitu koleris (Si Boss), melankolis (Si Sempurna), sanguinis (si Populer) dan pleghmatis (Si Cinta Damai).

 Secara sedehananya, 4 tipe kepribadian ini digambarkan dalam bentuk diagram

Orang dengan kepribadian koleris (merah) dan melankolis (biru) cenderung mementingkan pekerjaannya dibandingkan sahabatnya. Sebaliknya, orang dengan kepribadian pleghmatis (hijau) dan sanguinis (kuning) cenderung mementingkan sahabat dari pada pekerjaannya.

Orang dengan kepribadian koleris dan sanguinis senang bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang. Sebaliknya, orang dengan kepribadian melankolis dan pleghmatis merasa nyama berinteraksi dengan sedikit orang saja.

Dari gambaran sederhana ini, anda termasuk tipe yang mana? 😁

Kecenderungan sifat yang dimiliki masing – masing kepribadian, baik kekuatan (+) maupun kelemahan (-) disajikan berikut ini.

 Kekuatan (+) dari kepribadian digunakan untuk pengembangan diri kita, sedangkan kelemahan (-) menjadi instropeksi untuk diri kita.

Untuk mendapatkan hasil secara kuantitatif (ada nilai besarannya), maka bisa diajukan 40 pertanyaan yang terdiri dari 20 pertanyaan terkait kekuatan diri dan 20 pertanyaan lain terkait kelemahan diri.

Dalam sebuah survey singkat didapatkanlah penilaian seperti berikut.

Keterangan : S = Sanguinis, K = Koleris, M = Melankolis, P = Pleghmatis

 

Si A, dominan 13 point = pleghmatis diiringi 11 point = melankolis.

Dua nilai ini berdekatan dibandingan dua nilai lainnya.

Sehingga tipe kepribadiannya adalah pleghmatis – melankolis.

Kemudian lihat selisih nilainya : 7 – 9 – 11 – 13, berbeda rata 2 point.

Daya adaptasi si A terhadap suatu situasi dinilai sangat kuat, artinya si A dapat berganti peran dengan mudah karena selisihnya tidak terlalu jauh.

 

Si C, dominannya 19 point = Pleghmatis, tidak ada nilai terdekat yang mendampinginya.

Sehingga tipe kepribadian di C adalah pleghmatis kuat.

Biasanya orang yang memiliki salah satu tipe kepribadian yang kuat, memiliki daya adaptasi yang lemah (sulit berganti peran) karena selisih nilai kepribadiannya terlalu jauh, yaitu 10 point (= 19 – 9).

 

Ketika kita Menyusun suatu tim kerja, ada baiknya mempertimbangkan kekuatan dari masing – masing personil digabungkan dan saling melengkapi, sehingga diperolehlah tim yang powerfull, dengan catatan masing – masing personil mampu menghargai kepribadian rekan timnya.

 

Demikian artikel kali ini.

Di artikel selanjutnya, kita akan lanjutkan pembahasannya Membentuk Tim Kerja berdasarkan Tipe Kepribadian Manusia.

 

Salam Perubahan, Salam Pembelajar Sejati….

Artikel – artikel menarik dari BPI bisa diakses di www.bestplanterindonesia.com