Sebuah video singkat dari youtube bossman mardigu memberikan sebuah sindiran halus dan inspirasi bahwa kebanyakan orang hanya mengumpulkan data, tidak jadi informasi apalagi pengetahuan. Pengetahuan tingkat dunia dihasilkan oleh lembaga think tank seperti Brooking Institute, Hudson Institute, Peter Peterson, President Club, Noble House Hongkong, The Pyramids Lee Kwan Yew, kata bossman di video tersebut. Di Indonesia kurang lembaga knowledge karena knowledge hanya dipahami sebagai ilmu disekolah.

Pelajaran disekolah yang banyak hapalannya itu hanya data.

Data digerakkan dengan pelatihan ketrampilan berubah jadi informasi.

Informasi dikaji lebih jauh menjadi tindakan solutif disebut knowledge.

Sekolah itu Data
Sosmed itu Data
Berita itu Data

Jadi selama ini kita sibuk mengakses data… data… data…. Dan sedikit sekali yang mau mempraktekkannya menjadi informasi, apalagi knowledge.

Contoh:

  • sampah plastik berbahaya bagi lingkungan karena sulit terurai → data
  • tindakan individu mengganti kantong plastik dengan tas belanja ramah lingkungan → informasi
  • tindakan kelompok mengurangi emisi karbon (dari sampah plastik) dengan mengurangi pemakaian BBM fosil, atau gerakan menanam pohon → knowledge

Jika dapat berita hanya sebatas mengetahui berita saja, maka disebut data.
Jika berita tersebut menyebabkan tindakan secara individu disebut informasi.
Jika tindakan individu disosialisasikan ke orang banyak dan menjadi tindakan kelompok disebut knowledge.

Pointnya adalah kita kekurangan orang – orang yang mau BERBAGI dengan komunitas dan kelompoknya. Hanya sebatas mengumpulkan data dan informasi bagi kepentingan pribadi saja. Siapa yang sekarang sudah bergabung di komunitas atau kelompok think tank bagi kesejahteraan orang banyak? Apa masih sebatas reunian dan jalin silaturahmi?

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menginspirasi. Aamiin.