Kerjasama Best Planter Indonesia (BPI) dengan lembaga tertentu didasari oleh azas saling melengkapi dan saling memberi manfaat nyata, dimana BPI dengan kompetensi yang dimiliki akan bertindak sebagai penyelenggara program pelatihan yang dibutuhkan oleh lembaga tertentu dan lembaga tersebut berkontribusi dalam  pembiayaan program pelatihan yang diselenggarakan oleh BPI. Beberapa lembaga yang direncanakan terlibat dalam kerjasama pada tahun 2021 adalah sebagai berikut:

 

  1. Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Jakarta

Tujuan kerjasama adalah untuk melatih karakter, sikap mental dan kompetensi mahasiswa atau siswa agar memenuhi kriteria sesuai tuntutan pilihan profesi yang akan diambil baik sebagai job seeker maupun job creator. Nama program pelatihan bagi mahasiswa yang memilih minat sebagai job seeker adalah sebagai berikut :

    • PELATIHAN ASISTEN UNGGUL (PAU)
    •  
    • PELATIHAN PETERNAK UNGGUL (PPU)
    • PELATIHAN MANDOR UNGGUL (PMU)

Peserta PAU dan PPU adalah mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) seluruh Indonesia semester 7-8, sedangkan peserta PMU adalah siswa SMK Pertanian semester akhir yang berada dalam binaan Kementan RI. Pelatihan ini memberikan nilai tambah tersendiri karena alumninya akan disalurkan BPI ke perusahaan-perusahaan besar yang menjadi jaringan BPI di seluruh wilayah Indonesia. Sedangkan mahasiswa Polbangtan yang memilih minat job creator, nama program pelatihan nya adalah :

    • BUSINESS COACHING PROGRAM (BCP)

Program ini memiliki nilai tambah tidak hanya training knowlede & skill tetapi peserta juga mendapatkan mentoring dan  coaching sampai bisnis berjalan.

Durasi program PAU, PPU dan PMU adalah 18 hari yang dibagi dalam 3 (tiga) kelompok pelatihan yaitu pelatihan karakter dan sikap mental ala militer 10 hari, pelatihan inclass  kepemimpinan dan kompetensi teknis dasar selama 6 (enam) hari dan 2 (dua) hari sisanya adalah praktek beberapa aktifitas penting di lapangan. Sedangkan program BCP untuk training nya dilaksanakan dengan durasi 5 (lima) hari efektif, sementara mentoring-coaching dilakukan sesuai kebutuhan dan kesepakatan.

Kerjasama dengan BPPSDMP Kementan RI telah berjalan sejak tahun 2017 dan hingga tahun 2020 telah menghasilkan 11 (sebelas) angkatan dengan jumlah peserta sebanyak 290 orang terdiri dari mahasiwa Polbangtan Medan, Bogor, Yogyakarta-Magelang, Malang, Gowa, dan Manokwari. Dari jumlah tersebut, 71% telah disalurkan bekerja di perusahaan besar perkebunan antara di PT Best Agro International, PT Bumitama Gunajaya Agro, PT Astra Agro Lestari, PT London Sumatera Plantation, PT Kencana Agro Limited, PT GAMA Plantation, PT Lambang Agro Plantation, PT Multi Prima Entakai dll. Sebagian kecil memilih wirausaha dan sebagian yang lain masih mahasiswa yang akan lulus tahun 2021.

 

  1. Balai Pelatihan Pertanian (BPP), Kementerian Pertanian

Program ini digagas sebagai upaya mendorong petani dan koperasi pertanian atau perkebuan agar mampu menciptakan nilai tambah dari hasil panennya melalui pengembangan kewirausahaan secara mandiri dan profesional. Adapun nama program pelatihan ini adalah :

    • PELATIHAN WIRAUSAHA PERTANIAN (PWP)

Peserta pelatihan dipilih dari petani dan pengurus koperasi yang mempunyai minat kuat mengembangkan jiwa kewirausahaan  yang bebas dan mandiri.

Program pelatihan ini dilakukan selama 5 hari efektif dengan materi berbasis pengalaman nyata dan disampaikan dengan metode yang sangat inspiratif dan interaktif dengan pendekatan teknik-teknik coaching yang bisa menghadirkan mindset baru berupa keberanian dan keyakinan dalam berwirausaha.

Kerjasama dengan BBP Lampung telah dibahas dalam beberapa kali pertemuan dimana fokus tema pelatihan lebih diutamakan untuk mendorong petani agar memiliki jiwa kewirausahaan dan pada akhirnya berani terjun dalam dunia usaha khususnya yang mengolah potensi komoditi yang menjadi keunggulan lokal.

 

  1. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS), Jakarta

Tujuan kerjasama ini adalah memberi pembekalan bagi petani yang akan mekakukan replanting dengan pembiayaan BPDP dan mendorong kemandirian koperasi dalam model kewirausahaan. Nama program pelatihan ini adalah sebagai berikut:

    • PELATIHAN MANAJEMEN SAWIT PETANI (PMSP)
    • PELATIHAN WIRAUSAHA KOPERASI MANDIRI (PWKM)

Peserta PMSP dari petani plasma atau swadaya, sementara peserta PWKM diambil dari para pengurus koperasi sawit atau petani mandiri. Durasi pelatihan dari masing-masing program dirancang selama 5 hari efektif dengan konten materi berbasis pengalaman nyata dengan best practice terkini.

Sejak tahun 2017 BPI telah dilibatkan sebagai provider pelatihan petani sawit oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) dan terlibat dalam penyusunan kurikulum pelatihan petani yang dipimpin oleh LPP Yogyakarkta dan diikuti oleh provider yang berasal dari beberapa Universitas di Indonesia. BPI juga sudah mendapatkan 10 kelas dengan jumlah peserta 50 orang per angkatan namun karena perubahan kebijakan di awal tahun 2018 maka pelatihan ditunda sampai tahun 2020 sambil menunggu payung hukum baru yang akan diberlakukan kembali pada tahun 2021 dengan koordinasi teknis melalui Dirjen Perkebunan Kemantan RI.

 

  1. Perguruan Tinggi Negeri & Swasta

Tujuan kerjasama ini adalah untuk melatih mahasiswa dalam upaya memenuhi tuntutan kualifikasi yang dibutuhkan oleh industri pengguna apabila minat mahasiswa sebagai job seeker dan bagi mahasiswa yang memiliki minat kuat sebagai job creator akan mendapatkan pelatihan yang mampu menghadirkan mindset baru, karakter, keyakinan dan keberanian yang tinggi untuk tetap istiqamah pada pilihannya untuk berwirausaha.

Adapun nama program pelatihan dalam kerjasama ini adalah:

    • JEMBATAN MENUJU DUNIA USAHA (JMDU)

Peserta pelatihan adalah mahasiswa semester akhir atau yang direkomendasikan baik yang berminat sebagai job seeker maupun job creator dalam rangka untuk meningkatkan  kapasitas dan kabalitas nya sesuai dengan tuntutan kriteria profesi yang dipilih. Adapun durasi pelatihan adalah 60 jam mata kuliah dan dapat disesuaikan dengan kesiapan dari kampus tersebut.

Semua program kerjasama ini telah dijajagi dalam forum diskusi zoom meeting dengan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta yang kemungkinan akan disinergikan dengan kebijakan Kampus Merdeka yang digagas Mendikbud pada tahun 2020.