Ketika kita memulai sebuah aktivitas dengan target besar, tentunya butuh waktu untuk bisa mencapainya, katakanlah 1 tahun. Setelah berjalan sekitar 3 bulan, muncul hambatan dan rintangan dalam melakukan aktivitas tersebut. Alhasil, aktivitasnya terhenti untuk sementara. Apakah kita pernah mengalami hal seperti ini?

Butuh waktu 1 bulan untuk menyelesaikan hambatan dan rintangan diatas. Otomatis ada jeda waktu 1 bulan off dari aktivitas untuk mencapai target besar. Apa yang kita rasakan ketika kembali ke track target besar tadi? Terakhir pengerjaan, saya sudah sampai mana ya? Pertanyaan ini membuat ingatan kita kembali ke kejadian 1 bulan yang lalu. Syukur jika bisa langsung mengingatnya, jika tidak maka proses reminder ini akan membutuhkan banyak waktu, pikiran dan tenaga.

Ceritanya akan beda jika kita memiliki catatan aktivitas yang baik. Dimana pada saat dibutuhkan, catatan tadi bisa dibuka kembali dan dengan cepat dapat mengerti aktivitas terakhir kapan dan seperti apa. Catatan ini dapat berupa catatan fisik di buku maupun catatan digital di laptop atau HP, bisa juga catatan online di internet.

Boleh percaya, bahwa setiap orang yang sukses PASTI memiliki jurnal pribadi yang mencatat perkembangan aktivitas kunci dalam mencapai target besarnya. Setidaknya catatan moment moment penting dalam hidup, bisa menjadi pelajaran berharga saat dihadapkan pada pilihan mengambil keputusan besar. JAS MERAH, jangan sekali – kali melupakan sejarah kehidupan pribadi. Ketika dihadapkan pada kejadian yang sama dengan moment masa lalu, kita sudah tahu celah nya dan dapat mengambil keputusan yang lebih baik dibandingkan keputusan dimasa lalu.

Ada beberapa manfaat ketika memiliki catatan dalam beraktivitas.

  1. Mempermudah mengingat secara runtut dari moment awal sampai moment akhir. Hubungan sebab akibat dari suatu kejadian menjadi lebih mudah dipahami.

Misalkan : kejadian tidak capai target produksi ditahun 2020 ini.

Moment awal adalah saat pengusulan target produksi oleh site ke HO. Dilanjutkan penetapan target oleh Direksi, dan seterusnya sampai hambatan – hambatan yang dihadapi saat berusaha mencapai target produksi.

Jika moment penting seperti lama musim kemarau, historical pemupukan, kekurangan tenaga panen dan data lainnya dicatat dengan baik, maka saat penyampaian penjelasan kenapa tidak capai target produksi akan lebih rasional dan dapat diterima oleh manajemen.

  1. Mampu melihat dengan objektif efek dari suatu keputusan yang pernah kita ambil. Catatan ini mempermudah untuk instropeksi diri, baik terhadap kekeliruan dalam pengambilan keputusan maupun moment membanggakan ketika membuat keputusan yang brilian.

Misalkan: pengajuan ekstra dana untuk aplikasi janjang kosong ke manajemen 2 tahun lalu. Efek dari pengajuan ekstra dana tersebut adalah peningkatan produksi saat ini. Kalkulasi B/C ratio ektra dana vs peningkatan produksi = 2,3. Artinya nominal pendapatan yang diperoleh 2,3x lipat lebih banyak dibandingkan biaya yang dikeluarkan.

Keputusan yang tepat dimasa lalu ini, bisa diteruskan untuk masa sekarang. Tentu saja dilampirkan penjelasan dan data yang tepat.

  1. Menjadikan progres kerja dapat diukur.

Dalam setiap aktivitas tentunya ada plan vs real yang dapat dipedomani. Apakah ada percepatan atau perlambatan atau tetap on skedul. Ketika catatan progres dibuat berkala, misalkan tiap bulan, maka evaluasi progres kerja akan menjadi lebih mudah.

Misalkan: target produksi 1 tahun diperinci menjadi target produksi per bulan dari Januari sampai Desember.

Di bulan apa saja target produksinya bisa tercapai? Apa kondisi alam yang terjadi saat itu? Dan apa usaha yang dilakukan saat itu?

Ketika mampu memetakan dengan baik kapan saatnya percepatan dan kapan saatnya perlambatan dalam beraktivitas, maka kita akan lebih menikmati (enjoy) dalam melaksanakannya, dan effortyang dilakukan sesuai takarannya.

  1. Mampu merancang strategi kedepan yang lebih baik.

Pertimbangan dalam rencana kedepan tidak hanya berdasarkan intuisi saja. Sebab intuisi mudah diterima oleh diri sendiri tapi sulit dijadikan pertimbangan untuk meyakinkan orang lain. Penjelasan pola kejadian akan lebih mudah diterima orang banyak, dan pola ini ditemukan ketika mempelajari catatan perjalanan selama ini.

Misalkan: setiap 4 tahun sekali ada fenomena el Nino (kemarau), dan setiap 3 tahun sekali ada fenomena la Nina (hujan sangat lebat).

Tentu saja untuk dapat membuat pernyataan ini diperlukan data kejadian minimal sampai 12 tahun yang lalu. Jika kejadiannya konsisten, maka diperolehkah pola fenomena El Nino maupun La Nina diatas.

Dalam bekerja pun ada pola pola yang bisa dibaca, minimal pola bersikap dari masing – masing rekan kerja kita.

Dengan adanya manfaat dari memiliki Catatan dalam beraktivitas ini, maka ada baiknya kita mulai mendokumentasikannya baik secara fisik maupun secara digital. Selamat mencoba.

 

Demikian artikel kali ini.

Di artikel selanjutnya, kita akan lanjutkan pembahasannya Pentingnya Memetakan Posisi Saat Ini dan Posisi Tujuan (Positioning).

 

Salam Perubahan, Salam Pembelajar Sejati….