CARA OTAK MENERIMA INFORMASI DARI PANCA INDERA

Oleh : Friyandito

Semangat pagi…

Salam Planter Indonesia Hebaaat

 

Disesi sebelumnya, kita telah mendapatkan gambaran mengenai peranan panca indera sebagai jembatan bagi diri kita untuk mengetahui kondisi lingkungan disekitar. Lanjut disesi ini, sebuah tantangan besar untuk membahas apa yang terjadi dengan otak kita sebagai hilirnya informasi dari panca indera?

Menarik untuk mempelajari cara kerja otak ini, seperti banyak dijelaskan dalam keilmuan “Neuro Science”, salah satunya dipopulernya oleh ibu dr. Aisah Dahlan via channel youtube. Penulis sendiri merasakan ketertarikannya dalam mempelajari neuro science ini, dimana keilmuan neuro science mampu menjelaskan secara ilmiah mengenai perilaku manusia.

Informasi yang diterima panca indera akan diteruskan kepada sel saraf otak yang disebut neuron. Bisa dibilang 1 neuron = 1 informasi. Otak manusia memiliki lebih dari 100 miliar sel syaraf yang bisa saling berkomunikasi dengan triliunan koneksi yang disebut dengan sinaps (synapse). Pesan dari satu neuron ke neuron lain disampaikan melalui sinyal listrik yang disebtu impulse.

Ilustrasi sederhananya :

✔ Otak = kota kecil

✔ Neuron = objek yang ada dikota tersebut seperti : rumah / sekolah / taman bermain, rumah ibadah dll.

✔ Sinaps = jalan

✔ Impulse = kendaraan mobil atau motor.

Informasi yang didapat panca indera (= dari luar otak atau dari lingkungan sekitar), dibawa oleh mobil (= impulse) à melewati jalan aspal dan jalan tanah (= sinaps) à menuju rumah si A (= menuju neuron tertentu).

Pada proses diatas ada beberapa hal yang dapat kita pelajari :

  • Jika mobil (= impulse) nya rusak, maka informasi ini tidak jadi sampai ke otak.

Artinya, jika panca indera kita tidak menangkap suatu kejadian maka tidak ada pesan yang akan diantar ke otak.

Adanya keterbatasan dari panca indera kita.

Mata normal hanya bisa melihat cahaya dengan panjang gelombang spektrum cahaya tampak sekitar 380 sampai 700 nm. Frekuensi spektrum cahaya tampak adalah sekitar 430 sampai 770 THz.

Sinar ultraviolet (cahaya matahari) tidak dapat ditangkap oleh indera mata

  • Jika jalan (= sinaps) nya rusak, maka informasi akan lambat sampainya dari panca indera ke sel saraf otak (= neuron).

Jalan ini dianalogikan sebagai pengulangan informasi yang sama yang diterima otak.

Jalan yang sering dilewati akan lebih terawat. Jalan yang awalnya kecil sulit dilewati menjadi lebar dan lancar. Pada kondisi inilah pentingnya mengingat ulang (re-call) informasi yang pernah masuk ke otak.

  • Rumah si A (= menuju neuron tertentu) inilah yang menjadi pembelajaran kita bersama dalam artikel ini. Bagaimana informasi dari panca indera bisa menuju rumah si A atau neuron yang tepat.

 

1 NEURON = 1 INFORMASI.

Inilah pemahaman dari penulis terhadap sel syaraf yang ada diotak kita. Saat ada informasi baru yang belum pernah ada sebelumnya, maka terbentuklah 1 neuron baru. Jika ada 100 miliar sel syaraf, berarti ada 100 milyar informasi yang telah terekam diotak kita SEJAK LAHIR SAMPAI SAAT INI.

Pertanyaannya, jika begitu adanya berarti manusia ini pintar dong? Sebegitu banyak informasi yang telah direkam oleh otaknya.

Secara fitrah, otak manusia memiliki daya adaptasi untuk “melupakan informasi”, artinya ada sistem bawah sadar yang memutus jalan dari satu neuron ke neuron lain. Seperti informasi yang menyedihkan atau menyakitkan bagi kita. Bisa juga informasi – informasi tertentu yang memang dilupakan dengan cara tidak pernah melakukan re-call lagi.

Disebuah artikel lain disebutkan bahwa manusia hanya menggunakan 20% dari kapasitas otaknya. Angka 20% ini mencerminkan informasi yang sering diakses dari neuron otak kita.

 

MEMILIH NEURON YANG TEPAT

Analisa dan pemikiran dari penulis, mohon dikoreksi jika keliru, ada 3 kondisi dalam pemilihan neuron yang tepat :

  1. Mencari kesamaan informasi sebelumnya yang telah direkam otak dengan informasi yang dikirim oleh panca indera.

Jika ada kesamaan, maka jalan yang pernah terbentuk sebelumnya akan diperbaiki. Dan kecepatan akses informasi ini di otak kita akan meningkat. Inilah menjadi cikal bakal daya ingat.

  1. Jika tidak ada informasi yang sama dengan sebelumnya, maka dicarilah informasi yang paling mendekati.

Pada proses ini, seperti membuat jalan baru menuju satu neuron.

Dalam proses ini kita sedang mengkaitkan  atau menghubungkan satu informasi dengan informasi yang lain yang rasanya pernah diterima oleh panca indera kita. Inilah yang menjadi cikal bakal daya analisa.

  1. Jika masih tidak ada informasi sebelumnya yang telah direkam otak yang mendekati informasi dari panca indera ini, maka dibentuk sebuah sel saraf otak (neuron) baru. Inilah yang menjadi cikal bakal bertambahnya ilmu dan pengetahuan.

 

Tidak bisa dihitung dengan angka – angka betapa cepatnya proses yang terjadi dari pengiriman informasi oleh panca indera sampai pada satu neuron yang merupakan sel saraf otak kita.

Menarik untuk dibahas selanjutnya adalah respon yang diberikan oleh otak kita atas informasi yang dikirim dari panca indera.

Demikian artikel ini disampaikan dengan segala keterbatasan dari penulis.

Salam Perubahan, Salam Pembelajar Sejati….