image_pdfDownload PDFimage_printPrint

MEMBENTUK TIM KERJA BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN MANUSIA

Oleh: Friyandito

Semangat pagi…

Salam Planter Indonesia Hebaaat

 

No body is Perfect (tidak ada seorang pun yang sempurna).

Begitulah hukum alam ini mengatur kehidupan kita, dan memaksa kita untuk berinteraksi dengan orang lain.

Dalam membentuk sebuah tim kerja, ada beberapa pendekatan yang bisa kita lakukan.

  • Pendekatan jabatan dan kewenangan : pendekatan ini paling sering digunakan karena ada tuntutan dari pekerjaan bahwa seseorang “harus bisa”.
  • Pendekatan status sosial : biasanya digunakan dalam kepanitiaan acara, dimana personal yang memiliki jaringan luas dimasukkan dalam kepanitian untuk meningkatkan bobot dari acara.
  • Pendekatan minat : inilah yang menggunakan pemetaan kepribadian (kecenderungan bersikap).

Secara sedehananya, 4 tipe kepribadian ini digambarkan dalam bentuk diagram

 Pendekatan tipe kepribadian ini dapat digunakan untuk menentukan Right Man in the Right Place.

 

PEMBENTUKAN TIM UNTUK PEKERJAAN TEKNIS.

Pekerjaan teknis membutuhkan orang – orang yang mengerti tentang cara atau proses mengerjakannya, orientasinya adalah KERJA.

Orang yang cocok untuk menjadi pimpinan tim adalah tipe kepribadian melankolis atau koleris.

Pekerjaan teknis yang menuntut presisi tinggi, sebaiknya dipegang orang melankolis, sedangkan pekerjaan teknis yang melibatkan orang banyak, sebaiknya dipegang orang koleris.

Untuk second man, atau wakil ketua ada 2 pilihan yang dapat diambil :

  • Jika kegiatannya harus berjalan cepat, maka second man sama sama berorientasi kerja (melankolis atau koleris).
  • Jika kegiatannya berlangsung lama dan butuh keseimbangan tim, maka second man sebaiknya berorientasi sahabat (pleghmatis atau sanguinis), agar harmonisasi dalam tim dapat dijaga.

No body is Perfect (tidak ada seorang pun yang sempurna).

 

PEMBENTUKAN TIM UNTUK PEKERJAAN SOSIAL.

Berkebalikan dengan pekerjaan teknis, maka pimpinan untuk pekerjaan sosial membutuhkan orang yang berorientasi sahabat (pleghmatis atau sanguinis), sentuhannya adalah kedekatan dengan tim dan orang – orang yang terlibat dikegiatan.

Untuk second man nya sebaiknya dipilih orang dengan orientasi kerja (melankolis atau koleris), agar pekerjaan tetap bisa jalan pada skedul dan targetnya.

 

PEMBENTUKAN SEKSI ATAU DIVISI

Dibawah ketua dan wakil ketua, tentu ada sekretaris / bendahara / seksi dan divisi.

Untuk posisi ini benar – benar dipilih orang yang memiliki minat dibidang pekerjaannya. Seperti untuk sekretaris bisa dari tipe melankolis atau pleghmatis yang tidak berinteraksi dengna banyak orang. Begitu juga untuk posisi bendahara.

Untuk seksi acara maupun seksi promosi sebaiknya dipegang oleh orang tipe sanguinis yang senang bergaul dan ceria Ketika berinteraksi dengan orang banyak.

Seksi konsumsi bergerak dibelakang layar sebaiknya dipegang orang tipe pleghmatis yang memiliki jiwa pelayanan kuat.

Memang sewajarnya, jika suatu pekerjaan dipegang oleh orang orang yang memiliki minat dipekerjaannya, maka aura positif dalam kerjanya akan terasa. Dengan menonjolkan kekuatan dari masing – masing personil, maka mudah – mudahan hasil dari pekerjannya akan menjadi lebih baik.

 

Demikian artikel kali ini.

Di artikel selanjutnya, kita akan lanjutkan pembahasannya Model Pengembangan DIri Manusia.

 

Salam Perubahan, Salam Pembelajar Sejati….

Artikel – artikel menarik dari BPI bisa diakses di www.bestplanterindonesia.com