Artikel

/Artikel

ANALISA USAHA BISNIS SAWIT SEDERHANA

2018-01-11T03:30:30+07:00

Oleh : Friyandito, SP, MM (Alumnus Jurusan Tanah dan MMA IPB, Praktisi Perkebunan Kelapa Sawit). Bisnis sawit menjadi primadona di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan bisnis sawit menjadi penyumbang devisa terbesar bagi negara tahun 2016 mengalahkan sektor pariwisata dan migas. Menurut Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasionan (PPN)/Kepala Bappenas, Industri sawit berperan penting kepada kesejahteraan masyarakat (sumber : sawitindonesia.com).  Berikut urutan sumber devisa negara tahun 2016. No. Sumber Devisa Nilai 1 Ekspor Kelapa Sawit Rp 239 triliun 2 Jasa Parisiwasata (Turis Asing) Rp 190 triliun 3 Eskpor Tekstil Rp 159 triliun 4 Ekspor Migas Rp 170 triliun 5 Ekspor Batubara Rp [...]

ANALISA USAHA BISNIS SAWIT SEDERHANA2018-01-11T03:30:30+07:00

Jangan Abaikan Cacing Tanah

2017-07-24T05:01:30+07:00

Tulisan dimuat di Harian Medan Bisnis Edisi Senin, 17 Juli 2017  - http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2017/07/17/310626/syarif-bastaman-jangan-abaikan-cacing-tanah/#.WXVozPURWh0.link Oleh : Syarif Bastaman Cacing tanah adalah salah satu indikator kesuburan dan kesehatan tanah. Sayangnya, keberadaan hewan yang bermanfaat ini sulit ditemukan akibat penggunaan bahan kimia sintetis yang berlebihan (excessive) di perkebunan kelapa sawit yang membuat rendahnya kandungan C-organik di dalam tanah dan terganggunya ekosistem di dalam tanah. “Tatkala pupuk urea ditebar, cacing tanah langsung menggelepar-gelepar ke pinggir untuk menyelamatkan diri sampai kemudian mati karena tidak mendapatkan lingkungan yang baik untuk bertahan,” kata Syarif Bastaman, selaku Direktur Riset dan Development PT Mitra Sukses Agrindo. Dan, penggunaan bahan kimia sintetis [...]

Jangan Abaikan Cacing Tanah2017-07-24T05:01:30+07:00

Mikroba Kendalikan Patogen Tular Tanah

2017-07-24T03:23:29+07:00

Tulisan dimuat di Harian Medan Bisnis Edisi Senin, 17 Juli 2017 - http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2017/07/17/310627/mikroba-kendalikan-patogen-tular-tanah/#.WXVki0rpsP0.link Oleh : Henny Hendarjanti Ganoderma boninense penyebab penyakit busuk pangkal batang (BPB) pada tanaman kelapa sawit merupakan cendawan patogen tular tanah. Keberadaannya dipengaruhi beberapa faktor yang sangat kompleks. Cendawan ini mempunyai kemampuan saprofitik yang sangat tinggi dan parasit fakultatif yang sangat luas. Selain itu, juga memiliki beberapa macam struktur patogen untuk bertahan hidup seperti miselia resisten, basidiospora dan klamidiospora, sehingga tidak kesulitan mendapatkan makanan untuk membangun inokulum yang cukup banyak. “Karena itulah cendawan ini mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya dan menginfeksi tanaman,” ucap Spesialist Plant Protection Management PT Astra Agro Lestari [...]

Mikroba Kendalikan Patogen Tular Tanah2017-07-24T03:23:29+07:00

Awas Ganoderma Sang “Monster” Kelapa Sawit

2017-07-24T03:13:25+07:00

Tulisan dimuat di Harian Medan Bisnis Edisi Senin, 17 Juli 2017 - http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2017/07/17/310628/awas-ganoderma-sang-monster-kelapa-sawit/#.WXVlEcJTLCw.link Oleh : Heri DB Penyakit busuk pangkal batang (BPB) atau Ganoderma boninense hingga saat ini masih tetap menjadi musuh utama perkebunan kelapa sawit di tanah air termasuk di Sumatera Utara (Sumut). Betapa tidak, penyakit yang sulit dideteksi pada stadium dini ini sangat fatal pengaruhnya pada tanaman sawit. Lantas mengapa persoalan ganoderma tidak pernah tuntas? Praktisi Perkebunan Kelapa Sawit dan Konsultan Manajemen Perkebunan Heri DB dalam perbincangannya dengan MedanBisnis, akhir pekan lalu di Medan mengatakan, budaya mengobati (kuratif) jauh lebih banyak dibandingkan budaya pencegahan (preventif) terhadap setiap persoalan kebun. Kebiasaan [...]

Awas Ganoderma Sang “Monster” Kelapa Sawit2017-07-24T03:13:25+07:00

Jangan Biarkan Ganoderma Jadi Pembunuh

2017-07-21T08:40:59+07:00

Tulisan dimuat di Harian Medan Bisnis Edisi Senin, 17 Juli 2017 - http://mdn.biz.id/n/310625/ Oleh : Sigit Prasetyo "Berbicara tentang kesehatan lahan, maka kita berbicara tentang keseimbangan alam (ekosistem) dalam aspek fisik, aspek kimia, dan yang terutama aspek biologi. Dan, jika kita bicara tentang replanting, maka itu berarti menanam kembali". Itulah pernyataan yang disampaikan praktisi perkebunan sekaligus Direktur Best Planter Indonesia Bogor Sigit Prasetyo memulai obrolannya dengan MedanBisnis, akhir pekan lalu di Medan. Penanaman kembali, dimaksudkan untuk peremajaan tanaman, mengganti tanaman kelapa sawit tua yang sudah rendah produktivitas-nya dengan tanaman kelapa sawit baru yang potensi produktivitasnya tinggi. Dengan demikian, keberadaan (eksistensi) perusahaan perkebunan [...]

Jangan Biarkan Ganoderma Jadi Pembunuh2017-07-21T08:40:59+07:00

KONSEP PEMBINAAN WIRAUSAHAWAN MUDA DI BISNIS SAYURAN ORGANIK

2017-03-10T02:51:17+07:00

Disiapkan Oleh : Friyandito, SP. MM Kerjasama Best Planter Indoensia (BPI) dengan Kebun Cinta Organik (KCO)   A. PEMIKIRAN OUTPUT Cikal bakal suatu bisnis sayuran organik biasanya dimulai dari 3 hal utama : 1. Siapa saja pembeli yang siap menampung hasil produksi? *A1) Ada banyak tipe pembeli yang ada dipasar. Setiap pembeli memiliki persyaratan dan standar produk yang ingin dibelinya. Misal : Pasar produk adalah Yogya / Giant / hypermart / total buah segar / Carrefour dan lainnya.   2. Apa kriteria produk sayuran yang diinginkan oleh pembeli ? Berapa harganya ? *A2) Misal : Yogya Bogor Junction memiliki jenis - [...]

KONSEP PEMBINAAN WIRAUSAHAWAN MUDA DI BISNIS SAYURAN ORGANIK2017-03-10T02:51:17+07:00

PERTANIAN INDUSTRI vs PERTANIAN ORGANIK vs NATURAL FARMING

2017-03-10T02:47:51+07:00

Oleh : Friyandito, SP, MM (Alumnus Jurusan Tanah dan MMA IPB, Praktisi Natural Farming). Disarikan dari Presentasi Natural Farming oleh Ir. Syarif Bastaman, MSc.   Model pertanian di Indonesia saat ini secara garis besar terdiri dari 3 tipe, yaitu : 1) pertanian industri, 2) pertanian organik, 3) narutal farming/ pertanian alami. 1. MODEL PERTANIAN INDUSTRI Model pertanian industri berkembang untuk menjawab tuntutan ketidakseimbangan ledakan populasi manusia dengan kemampuan menyediakan bahan pangan. Tuntutan ini melahirkan program revolusi hijau, yaitu upaya meningkatkan produksi secara signifikan dengan menggunakan benih varietas unggul (high yield variety), menambahan agro input dari luar untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman (high [...]

PERTANIAN INDUSTRI vs PERTANIAN ORGANIK vs NATURAL FARMING2017-03-10T02:47:51+07:00

PERANAN BAHAN ORGANIK DALAM KESUBURAN TANAH DAN NUTRISI TANAMAN

2017-03-10T02:23:46+07:00

Oleh : Friyandito, SP, MM (Alumnus Jurusan Tanah dan MMA IPB, Praktisi Perkebunan Kelapa Sawit). KANDUNGAN BAHAN ORGANIK TANAH Bahan organik adalah seluruh senyawa karbon yang berada didalam tanah, baik berasal dari tanaman, hewan maupun mikroorganisme yang telah mati. Tanah mineral hanya sebesar 5% disusun oleh bahan organik, sebagian besar tanah (mencapai 90%) disusun oleh 3 unsur mineral, yaitu oksigen (O), silikon (Si) dan Aluminium (Al), dan sisanya disusun oleh air maupun udara. Secara garis besar, bahan organik didalam tanah memiliki 2 peranan : Sebagai penyimpan (memiliki kapasitas tukar kation yang tinggi) dan pemasok hara hara essensial bagi tanaman (melalui pelapukan [...]

PERANAN BAHAN ORGANIK DALAM KESUBURAN TANAH DAN NUTRISI TANAMAN2017-03-10T02:23:46+07:00

TEKNOLOGI NANO UNTUK PERTANIAN

2017-03-10T02:18:55+07:00

Oleh : Ir. Syarif Bastaman, MSc. LATAR BELAKANG PENEMUAN TEKNOLOGI NANO Menurut Pakar Teknologi Senior, Dr. Ir. Krishnahadi Pribadi melalui inovasi di dalam kimia koloida, telah dikembangkan suatu Tonik Tanaman yang mengagumkan dengan butir-butir partikel sebesar antara 8 angstrom sampai dengan 4 nanometer (1 nano meter = satu per satu juta milimeter atau 1/1000 mikron). Terobosan skalanano telah memungkinkan penciptaan bermilyar-milyar “micelles” (sel-sel kecil) yang diaktifkan untuk membentuk apa yang dapat dinamakan “pembersih super”. Tanaman-tanaman dan pepohonan, setelah disemprot dengan larutan Nano mengalami percepatan tingkat kegiatan foto-syntesa. Ini kemungkinan besar disebabkan oleh molekul-molekul pembersih berskalanano yang memungkinkan mereka untuk memasuki stomata [...]

TEKNOLOGI NANO UNTUK PERTANIAN2017-03-10T02:18:55+07:00

KONSEP PENINGKATAN PRODUKSI MELALUI REKAYASA STOMATA DAUN

2017-03-10T02:00:41+07:00

Oleh : Ir. Syarif Bastaman, MSc.   Proses fotosintesis berjalan dengan mekanisme :   Dalam proses fotositesis, keberadaan klorofil dan cahaya matahari menjadi “faktor misterius” yang mempengaruhi berjalannya reaksipembentukan glukosa. Keberadaan daun/ pelepah pada sawit menentukan kuantitas klorofil yang tersedia untuk proses fotosintesis. Kondisi normal : ∑ pelepah → Leaf Area Index (LAI) → x 0,02% diperoleh ∑ stomata pada daun (diameter stomata normal) → ∑ klorofil → proses fotosintesis →glukosa → produksi. Rekayasa kondisi : ∑ pelepah normal → Leaf Area Index (LAI) normal → x 0,02% diperoleh ∑ stomata pada daun (diameter stomata ↗) → ∑ klorofil ↗ → proses fotosintesis → glukosa ↗ → produksi ↗. Untuk bisa meningkatkan diameter [...]

KONSEP PENINGKATAN PRODUKSI MELALUI REKAYASA STOMATA DAUN2017-03-10T02:00:41+07:00

Upcoming Events

Sep 09

Waspada! Bencana Ganoderma di Perkebunan Kelapa Sawit

9 September @ 08:00 - 17:00
Balikpapan Kalimantan Timur Indonesia
Okt 14

Waspada! Bencana Ganoderma di Perkebunan Kelapa Sawit

14 Oktober @ 07:00 - 17:00
Pontianak Kalimantan Barat Indonesia

PT Best Planter Indonesia