Ganoderma adalah jamur patogen yang tidak bisa dilihat secara kasat mata tetapi daya rusak nya terhadap tanaman luar biasa. Oleh karena itu jamur patogen ini layak disebut jamur Perusak Populasi Tanaman (jamur PPT). Bagaimana tidak, kasus nyata didaerah endemik Ganoderma populasi awal tanaman 143 pokok/ha dan setelah tahun ke 15 populasi tinggal 80 pokok/ha (tanaman mati hampir 45%) atau kematian rata-rata 3% per tahun, ini berarti umur ekonomis tanamanpun tinggal 50% dari seharusnya karena harus di replanting atau tanam ulang.

Oleh karena itu Ganoderma kalau tidak dikendalikan secara terprogram dan komprehensif akan menjadi bencana nasional perkebunan kelapa sawit Indonesia. Berikut kalkulasi sederhana resiko kerugian ekonomi dari setiap kematian pokok akibat serangan Ganoderma dalam satu estate seluas 10.000 ha :

1. Potensi kerugian ekonomi per pokok tanaman per th adalah 200 kg/pk/th x Rp 1500 /kg = Rp 300.000 /pk/th (300 ribu rupiah)
2. Berarti kematian rata-rata 10 pokok per ha dalam satu estate 10.000 ha adalah Rp 300.000/pk/th x 10 pk/ha x 10.000 ha = Rp 30.000.000.000 (30 milyar)

Demikian juga kalau dilihat dari nilai investasi pokok tanaman dapat dihitung dengan sederhana sebagai berikut :

1. Nilai setiap pokok adalah 200 kg/pk/th x 20 tahun x harga TBS Rp 1500/kg adalah sama dengan 6 juta per pokok.
2. Artinya mati 10 pokok saja sudah sama nilainya dengan replanting 1 ha (biaya replanting saat ini +/- 60juta per ha)

Gambaran diatas adalah kalkulasi nyata yang memberikan pesan bahwa penyakit ini akan memporak porandakan rencana jangka panjang perusahaan kalau tidak ditangani secara serius, oleh karena itu WAJIB bagi setiap planter atau pemilik kebun membuat program pengendalian yang nyata dengan memberi alokasi anggaran seperti layaknya pemupukan yang wajib bagi pertumbuhan dan kesehatan tanaman.