Mandor menjadi ujung tombak perusahaan dalam aktivitas kerja, bersentuhan langsung dengan pekerja, akrab dengan teritorial kerja, bersahabat dengan kondisi alam, dan yang terpenting “siap” dan “mau” menerima perintah dari atasannya, baik Asisten / Ka. Kebun / Manager.

Mandor fresh graduate adalah mereka yang baru lulus SMA / SMK terjun kedunia kerja karena satu dan lain alasan. Pilihan terjun ke dunia perkebunan sawit penuh keunikan dan tantangan tersendiri. Secara lokasi jauh dari kota (+/- 100 km atau lebih), hamparan tanaman yang luasnya ribuan hektar (setara luas kecamatan), dihuni oleh 1/10 orang per ha (dibanding kepadatan kota = 10 orang per ha) dan aspek lainnya.

Modal semangat saja (apalagi modal nekat) tidak cukup untuk bisa bertahan di kebun sawit. Yang pasti, pondasi untuk melangkahnya dibuat yang kokoh untuk bangunan tingkat 2 atau 3, bukan pondasi seadanya.

Pondasi inilah yang menjadi fokus perhatian dari Best Planter Indonesia (BPI) dalam merancang program pelatihan mandor unggul (PMU) fresh graduate. 3 hal utama yang menjadi pondasi seorang mandor fresh graduate adalah change mindset, sikap mental dan kemampuan memimpin, prinsip dalam bekerja.

Materi Pelatihan PMU Komplit
1. Bintalfisdis 7 hari
2. Change Mindset – Karakter Mandor 4 hari
3. Sikap Mental dan Kemampuan Memimpin – Mandor sebagai pengerak dan pelindung bagi tim kerjanya. 3 hari
4. Kompetensi dasar Mandor untuk Prinsip dalam bekerja, pencatatan hasil kerja dan pelaporan 4 hari
  18 hari

Keterangan : materi pelatihan dan lama waktu bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Dengan bekal pondasi selama 18 hari dari BPI ini, mandor fresh graduate jauh lebih siap dan mau untuk bekerja di kebun sawit. Secara fisik dan mental mereka sudah bisa menyesuaikan, secara pikiran  mereka sudah menemukan jawaban “WHY” saya bekerja di kebun sawit, dan menetapkan pilihan “WHAT” yang menjadi komitmen dalam bekerja.

Bagaimana konsep PMU fresh graduate yang diselenggarakan BPI?

  • 50% berupa simulasi dan praktek untuk melatih ketrampilan dan pengalaman dari peserta.
  • 50% berupa pemaparan materi untuk mengisi pengetahuan peserta.

Sebuah slogan yang ditanamkan dipikiran para peserta adalah “Aku tahu, Aku coba, Aku bisa dan Aku berhasil”. Keberhasilan ini menjadi re-charge energi bagi peserta nantinya.

Bagaimana dengan kegagalan dalam mencapai target?

Kegagalan adalah fakta yang terukur dan kita harus bisa menerimanya. Dibalik itu semua, perlu dilakukan reframing 2 : 1, yaitu menemukan minimal 2 perbaikan dalam 1 kegagalan. Hal ini membuat peserta pelatihan tidak mudah menyerah dan mampu melihat cahaya untuk tindakan berikutnya.

 

Untuk informasi selengkapnya dapat WA ke 0812-1997-193 (dito) atau email ke bpi@bestplanterindonesia.com.