Impian adalah sesuatu yang kita inginkan dimasa depan, yang dapat membuat perubahan besar dalam diri kita ketika bisa mewujudkannya. Hal yang diinginkan bisa terkait diri sendiri, bisa terkait keluarga dan orang disekitar kita, bisa terkait bangsa – negara bahkan keyakinan agama.

Menetapkan suatu impian memberikan titik tujuan dalam perjalanan hidup kita. Dimana segala daya upaya dikerahkan untuk bisa mewujudkannya. Titik awal (starting point) adalah kondisi kita saat ini, sedangkan titik akhir (ending point) adalah Impian tadi. Antara titik awal dan titik akhir ada jalan yang bisa dipilih (selected way), baik berupa jalur yang pilih, moda transportasi untuk menjalaninya (seperti: mobil, motor, jalan kaki, kerata di aplikasi google maps) maupun estimasi waktu perjalanannya (waktu tercepat, waktu serupa, waktu lebih lama dll).

Sayangnya impian manusia itu tidaklah satu, bisa dua, lima bahkan sepuluh. Semuanya hilir mudik dipikiran manusia hampir dalam waktu bersamaan. Impian – impian ini perlu dikelola dan dimunculkan pada saat yang tepat, diperlukan niat yang jelas. Ketika niat ditetapkan, maka hanya 1 impian saja yang boleh muncul dipikiran kita. Sedangkan impian lainnya ditekan sedemikian rupa.

Dalam memilih Impian mana yang menjadi prioritas utama untuk diwujudkan ada beberapa metode dan pertimbangan. Metode terkait cara memilah dan memilihnya, sedangkan pertimbangan terkait persiapan, pelaksanaan dan dampaknya.

Metode memilih Impian berupa: 1) perbandingan kondisi saat ini dengan kondisi masa lalu, kemudian menetapkan kondisi masa depan berdasarkan kondisi saat ini. Dengan metode ini kita punya pondasi yang kuat untuk melangkah kedepan. 2) Melihat perkembangan situasi dan kondisi disekitar kita, dan kondisi secara global. Akan lebih mudah beradaptasi dengan perubahan dibandingkan membuat perubahan itu sendiri. 3) Melakukan prinsip ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) terhadap jalan hidup tokoh yang kita pedomani. Ketika memiliki tokoh yang dipedomani, maka proses pembelajaran hidup akan lebih cepat dan lebih matang.

Pertimbangan memilih impiah berupa:1) bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan hidup. Prioritas utama untuk diwujudkan adalah pemenuhan kebutuhan hidup. 2) membagi impian untuk kepentingan pribadi, kepentingan keluarga dan orang sekitar atau kepentingan bangsa negara bahkan keyakinan agama. Pilihannya didasarkan pada peran kita dalam masyarakat seperti apa. 3) dampak dari Impian dan seberapa besar perjuangan untuk mewujudkannya. Hal ini terkait keyakinan untuk bisa mewujudkannya.

Niat mencerminkan pilihan metode dan pilihan pertimbangan untuk memunculkan satu Impian yang menjadi prioritas utama untuk diwujudkan. Kemudian niat ini harus dideklarasikan secara lisan dan tulisan. Secara lisan dengan menyampaikannya ke orang yang kita percaya, secara tulisan dengan menuliskannya dalam buku catatan atau jurnal keseharian kita.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua dan menjadi amal jariyah bagi penulisnya, Aamiin.

Bagikan Artikel Menarik Ini, Pilih Platform Anda!

ARTI PENTING pH (KADAR KEMASAMAN) PADA TANAH
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BUAH SAWIT

Penulis

Friyandito