Sahabat planter di seluruh tanah air.

Cara efektif pemeliharaan kesehatan tanah adalah dengan memberikan sumber energi buat kehidupan mikroba tanah yaitu berupa bahan organik, dan bahan organik yang paling mungkin diberikan dalam jumlah besar pilihannya hanya ada pada janjang kosong (jangkos). Namun saat ini perlakukan jangkos dikebun belum menjadi prioritas utk dijadikan sumber energi bagi mikroba tanah….beberapa buktinya a.l ;

  1. Orientasi aplikasi jangkos saat ini hanya utk menekan biaya pupuk dengan rekomendasi 40-60 ton per ha, tentu ini bukan bertujuan mengembalikan bahan organik ke seluruh lahan sebagai sumber energi bagi mikroba karena cara ini hanya akan menghasilkan coverage area sangat terbatas yaitu hanya 10% – 20 % saja.
  2. Anggaran distribusi jangkos kekebun masih belum merupakan anggaran wajib, ini terbukti sering dikeluhkan dg alasan tidak ada anggaran utk mengangkutnya karena menambah biaya. Padahal kalau sudah menjadi prioritas harusnya mendapat anggaran wajib seperti pemupukan sebelum bicara anggaran untuk aktifitas lainnya.
  3. Kalaupun ada pekerjaan komposting jangkos, lokasinya di sentralisir di pabrik sehingga tidak membuat asisten afdeling lebih peduli untuk melakukan perbaikan bahan organik tanah di wilayah kerjanya.

Sebagai pengingat, mari kita simak cuplikan webinar PG 14 Juli 2020 tentang Tanah Subur Belum Tentu Sehat dari narasumber Bpk Fandi Hidayat M.Sc dari PPKS.