Project Description

Kapan pelatihannya?

📝 Hari, tanggal : Rabu, 28 Oktober 2020

⏰ Pukul : 13.30 – 15.00 WIB + ekstra time

🎥 Live via aplikasi Zoom

😀 Narasumber : Dr Isroi 

MENILAI KINERJA MIKROBA DEKOMPOSER ALAMI DIKEBUN SAWIT

  • Proses pelapukan tankos dan pelepah sawit di blok butuh waktu 9 – 12 bulan ya? Apa bisa dipercepat?
  • Katanta, banyak hara yang hilang dari tankos dan pelepah jika dekomposisi bahan organik berjalan lambat?
  • Bagaimana sebenarnya kinerja mikroba dekomposer bahan organik ini ditanah? Bisa ditingkatkan atau ditambah populasinya?
  • Benarkah gulma yang disemprot herbisida kimia tidak menjadi humus?

Jika selama ini kita sering berbincang mengenai aplikasi bahan organik mentah (tankos/ pelepah/ gulma) vs kompos matang, maka ada baiknya dipertajam lagi dengan mengetahui keberadaan dan kinerja mikroba dekomposer alami ditanah.

Mikroba dekomposer ada dari jenis bakteri, ada dari jenis jamur dan ada dari jenis actinomycetes. Tentukan setiap mikroba punya habitat hidup dan kemampuan dekomposisi berbeda. Nah, untuk jenis biomassa tankos/ pelepah sawit / gulma, tentu ada mikroba yang paling banyak berperan.

Keberadaan, jumlah dan kemampuan dekomposisi dari mikroba ini menentukan kecepatan perombakan biomassa menjadi bentuk stabil yaitu humus.

Jika keberadaan mikrobanya dinilai kurang, bagaimana solusi terbaiknya? Apakah bisa dibuatkan habitat yang sesuai untuk kehidupan mikroba dekomposer ini?

Best Planter Indonesia (BPI) siap memfasilitasi Pakar bidang Dekomposisi Bahan Organik untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait tema :

“MENILAI KINERJA MIKROBA DEKOMPOSER ALAMI DIKEBUN SAWIT?”

Bagaimana cara keikutsertaannya?

Klik Untuk Mendaftar

Biaya pendaftaran : Rp 75.000/ orang

Ditransfer ke bank BCA Juanda Bogor, a/c 095-361-2981 atas nama PT Best Planter Indonesia.

Konfirmasi pembayaran:  Mohamad Sahrozi WA 0821-1332-9681

 

Pendaftaran dibuka sampai Selasa, tanggal 27 Oktober 2020.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi : 0812-1997-193 (Dito)