Waspada! Bencana Ganoderma di Perkebunan Kelapa Sawit

/, Sawit/Waspada! Bencana Ganoderma di Perkebunan Kelapa Sawit
Loading Event

10 tahun yang lalu mitos bahwa Ganoderma hanya menyerang tanaman sawit generasi 3 atau 4 di Sumatera Utara sudah terbantahkan dengan ditemukan nya serangan Ganoderma diberbagai wilayah seperti Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung bahkan di pulau Bangka Belitung, dimana serangan sudah terjadi pada tanaman sawit generasi pertama. Kemudian 5 tahun yang lalu dari Kalimantan dan Sulawesi sudah dilaporkan terjadi infeksi Ganoderma di beberapa kebun dalam skala yang bervariasi, sedangkan 1 tahun belakangan informasi juga datang dari Papua tentang infeksi Ganoderma pada tanaman sawit.

Data PPKS (2014) menunjukkan trend serangan yang terus meningkat sebagai berikut :

Trend kenaikan serangan ini sudah diprediksikan sebelumnya karena diduga kurangnya pengetahuan tentang gejala dini dan resiko yang ditimbulkan serta tidak ada kepedulian dari masyarakat sawit karena tidak peka terhadap perubahan kesehatan lahan.

Kerugian yang ditimbulkan akibat serangan Ganoderma atau sering disebut penyakit Busuk Pangkal Batang (BPB) ini sangat-sangat besar, karena pohon sebagai aset utama kebun akan tumbang satu-persatu. Kematian 1 pokok per ha berarti kehilangan produksi minimal 200 kg, dengan demikian apabila mati rata-rata 10 pokok per ha berarti kehilangan produksi 2 ton. Dengan asumsi harga TBS per kg 1500 Rupiah berarti kerugian mencapai 3 Juta per ha atau untuk satu estate seluas 10.000 ha berarti kerugian akan mencapai 30 Milyar per tahun dan kerugian ini akan terjadi terus menerus selama sisa umur produktif tanaman (25 tahun) bahkan akan terus meningkat apabila tidak ada upaya menghentikannya.

Kalimantan dan Sulawesi harus belajar dari Sumatera Utara, dimana propinsi Sumatera Utara dengan lahan kelas 1 saja serangan Ganoderma dilahan endemik sudah mencapai 10% – 20% bahkan ada yang 40%, dan beberapa kasus menyerang tanaman usia muda 8 – 12 tahun bahkan beberapa terjadi serangan di usia TBM, lalu bagaimana dengan rata-rata kelas lahan 2 atau 3 seperti Kalimantan dan Sulawesi…? tentu harus lebih waspada dengan memberi perhatian khusus agar pengendalian dilakukan dengan cara pencegahan dan bukan pengobatan.

Seminar ini akan membahas tentang biologi Ganoderma, gejala, sebab serangan, resiko kerusakan dan resiko ekonomi serta yang paling penting adalah menemukan sumber masalah dan cara mengatasinya agar kebun terhindar dari bencana Ganoderma yang sangat mematikan.

PEMBICARA

Dr. Ir. Darmono Taniwiryono, M.Sc.

(Direktur Roundtable Ganoderma Management)

Ir. Heri DB, MM.

(Direktur Best Planter Indonesia – Praktisi Manajemen Perkebunan)

Ir. Syarif Bastaman, M.Sc.

(Direktur Riset PT Mitra Sukses Agrindo – Praktisi Kesehatan Lahan)